Untuk itu, pemerintah perlu menyiapkan berbagai sarana dan prasarana untuk mengantisipasi lonjakan penduduk tersebut.
"Sekarang jumlahnya 267 juta, naiknya luar biasa. Jadi dari sekarang kita harus bisa menyiapkan berbagai fasilitas supaya anak dan cucu kita nanti bebannya tidak berat," kata Kepala BPS Suhariyanto Kantor Pusat BPS Jakarta, seperti yang dikutip dari Antara, Jumat (14/2)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Piramida penduduk juga dibentuk berdasarkan jumlah penduduk tidak produktif umur 14 tahun ke bawah, produktif usia 15-64 tahun, dan usia 65 tahun ke atas. Piramida penduduk ini akan menentukan rasio ketergantungan nasional.
"Selain data jenis individu, kami juga ingin mengumpulkan variabel perumahan supaya nanti bisa digunakan sebagai landasan intervensi kebijakan," kata Suhariyanto.
Ia menambahkan hasil survei untuk data individu diperkirakan dapat diperoleh pada Januari 2021. Setelah itu, BPS masih akan mengambil sampel dari sekitar 4,3 juta keluarga.
"Survei dengan 90 pertanyaan untuk membuat proyeksi penduduk Indonesia. Ini penting karena kami perlu mengetahui dalam 100 tahun Indonesia Merdeka pada 2045. Kami sudah harus memikirkan apa yang akan terjadi, dan harus dipikirkan dari sekarang," kata dia.
[Gambas:Video CNN]
(age/sfr)