Pagi ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia menguat terhadap dolar AS. Terpantau, baht Thailand menguat 0,16 persen, dolar Singapura 0,10 persen, dan won Korea 0,08 persen.
Selanjutnya, lira Turki juga turut melemah 0,03 persen, diikuti dolar Hong Kong yang melemah tipis 0,01 persen. Sementara, pelemahan terhadap dolar AS terjadi pada ringgit Malaysia 0,03 persen dan yen Jepang 0,02 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, pada Minggu (16/2) kemarin, China melaporkan penambahan jumlah kasus dan kematian baru akibat virus corona yang jumlahnya mendekati kenaikan sebelumnya.
Kekhawatiran juga bertambah ketika bandara Heathrow Inggris melakukan penahanan terhadap 8 pesawat karena kecurigaan adanya penumpang yang terkena virus corona pada Jumat (14/2) lalu.
[Gambas:Video CNN]
"Kekhawatiran ini masih bisa menekan turun aset berisiko hari ini termasuk rupiah," tuturnya.
Di sisi lain, Ariston menyebut bahwa imbal hasil (yield) obligasi AS tenor 10 tahun kembali turun ke kisaran 1,58 persen dapat menahan pelemahan rupiah terhadap dolar AS, dan berpotensi mendorong penguatan rupiah terhadap dolar AS.
Lebih lanjut, Ariston berpendapat rupiah akan bergerak di kisaran Rp13.670 hingga Rp13.720 per dolar AS pada hari ini.
(ara/sfr)