"Memasuki 2020, kita masih menemui banyak ketidakpastian yang akan mempengaruhi outlook ekonomi global tahun ini," katanya, Senin (17/2).
Ketidakpastian pertama adalah pemilihan presiden (Pilpres) AS. Di tengah pesta demokrasi itu, lanjut dia, pertumbuhan ekonomi AS justru diprediksi melemah tipis. Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas pertumbuhan ekonomi AS menjadi 2 persen pada tahun ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Jokowi Kaji Diskon Tiket Pesawat 30 Persen |
"Besok Singapura akan menyerahkan anggaran 2020-2021. Mereka menurunkan target pertumbuhan ekonomi mereka di rentang 0,5 persen sampai 1 persen akibat Virus Corona," kata Sri Mulyani.
Kondisi 2020, lanjutnya, tidak sesuai dengan harapan dan prediksi institusi internasional seperti Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia. Mereka memprediksi jika pertumbuhan ekonomi global pada 2020 akan membaik dibandingkan 2019.
Karenanya, Sri Mulyani mengatakan pemerintah akan terus berhati-hati dalam menjaga stabilitas ekonomi dalam negeri. Salah satunya dengan melanjutkan kebijakan yang diimplementasikan pada 2019, meliputi menjaga pertumbuhan dan stabilitas ekonomi, mendorong investasi, memperkuat perlindungan sosial, dan memperbaiki pemerataan keadilan.
"Itu yang akan kami lanjutkan di 2020, tetapi ketidakpastian ini membuat goyah kepercayaan global dimana hal ini perlu mendapatkan perhatian," katanya.
[Gambas:Video CNN]
(ulf/age)