Dikutip dari CNNBusiness, virus bernama resmi Covid-19 tersebut memang tidak bisa menular melalui benda mati.
Namun, orang yang terjangkit bisa menularkan melalui cairan ketika memegang barang mati seperti dari ludah, keringat dan lainnya. Menurut WHO, setidaknya virus tersebut bisa bertahan beberapa jam di permukaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk menebus pasokan yang 'hilang' karena dibakar atau dibersihkan, bank akan mengeluarkan sejumlah besar uang tunai baru yang tidak terinfeksi. Pada Januari, bank central mengalokasikan 4 miliar yuan (sekitar US$73,5 juta) dalam bentuk uang kertas baru ke Wuhan, kota di mana wabah dimulai.
Langkah-langkah yang dilakukan perbankan termasuk menangguhkan transfer tunai fisik antara provinsi-provinsi yang tertimpa bencana, untuk membatasi kemungkinan penularan virus selama transit tunai.
Selain itu, sebagian besar orang di pusat kota tidak menggunakan uang tunai karena menggunakan aplikasi pembayaran seluler. Tetapi seperti yang ditemukan oleh penelitian sebelumnya, uang bisa sangat kotor. Setiap dolar, diteruskan dari orang ke orang dan meneruskannya ke orang berikutnya.
Sebuah studi di New York pada 2017, berbagai hal terdapat pada uang kertas dolar AS termasuk DNA dari hewan peliharaan, jejak obat-obatan, bakteri dan virus. Walaupun, penularan penyakit dari uang jarang terjadi.
Wabah virus corona membuat bisnis China terdampak. China memproyeksi telah kehilangan biaya US$62 miliar. Para ahli memperingatkan bahwa jika bisnis benar-benar tutup dan tidak dapat bertahan dari penangguhan yang berkepanjangan, maka dapat mengakibatkan PHK massal, pengangguran, dan penyitaan perumahan.
[Gambas:Video CNN]
(age/bir)