Wakil Ketua Komisi VII Eddy Soeparno menuturkan posisi strategis adalah direktur operasional dan direktur keuangan. Sebab, Indonesia menjadi pemegang saham mayoritas Freeport Indonesia yakni 51,23 persen sejak 2018 lalu.
"Komisi VII meminta Direktur Utama Freeport Indonesia untuk ke depannya mengisi posisi direktur operasional dan direktur keuangan oleh warga negara Indonesia," katanya, Rabu (19/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Claus sendiri sebenarnya bukan orang baru. Ia memulai karir di Freeport Indonesia tersebut melalui graduate programme pada 2009 lalu. Sebelumnya menduduki posisi direktur, lulusan Teknik Industri ITB ini menjabat sebagai SVP CSR Partnership Fund and Community Development Freeport Indonesia.
Selain meminta direksi orang Indonesia dalam jajaran direksi, anggota dewan juga meminta agar komposisi warga Papua di perusahaan tambang di Timika itu dinaikkan.
[Gambas:Video CNN]
"Komisi VII meminta Freeport Indonesia meningkatkan persentase karyawan yang berasal dari warga Papua asli," tutur Eddy.
Menjawab permintaan itu, Tony menuturkan Freeport Indonesia telah menyerap tenaga kerja dari warga Papua asli sebanyak 2.890 orang atau 40,7 persen dari total karyawan yang berjumlah 7.096 orang. Akan tetapi, mayoritas tenaga kerja setara 4.061 orang atau 57,2 persen berasal dari non Papua. Sedangkan sisanya tenaga kerja asing (TKA) 145 orang setara 2,1 persen.
"Dalam lokasi tambang ada karyawan lainnya dari kontraktor dan mitra yang tinggal dan kerja di wilayah kerja kami. Mereka hanya bekerja sementara tidak permanen," imbuh Tony.
Menurut data Freeport Indonesia, jumlah pekerja mitra lebih banyak dibandingkan karyawan perseroan, yaitu 23.446 orang. Karyawan mitra itu berasal dari non Papua sebanyak 22.184 orang, asli Papua 7.529 orang, dan TKA 829 orang.