Jokowi Sebut Investasi Rp1.600 T Bakal Masuk RI

CNN Indonesia | Kamis, 20/02/2020 11:21 WIB
Presiden Jokowi menyebut minat investasi ke Indonesia mencapai Rp1.600 triliun tapi belum digarap dengan baik. Jokowi menyebut investor menaruh minat berinvestasi ke Indonesia mencapai Rp1.600 triliun. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengklaim minat investasi ke Indonesia nilainya menembus Rp1.600 triliun.

"Yang minat (atau) sudah masuk menyatakan minat (investasi) Rp1.600 triliun. Gede banget angka ini. Hampir mendekati APBN (APBN 2020 Rp2.540,4 triliun)," ujar Jokowi saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi Tahun 2020 di Jakarta, Kamis (20/20).

Namun, Jokowi menyesalkan minat investasi tersebut tidak pernah diurus dengan baik. Misalnya, investasi Group Lotte di Banten membutuhkan waktu 4 tahun lalu mentok karena masalah pembebasan lahan.


"Enggak diurus, enggak ada yang bantu. Enggak dilayani namanya. Di tempat lain juga seperti itu," tuturnya.

Walhasil, investasi yang terealisasi baru Rp708 triliun. Padahal, pemerintah berupa untuk membuka lebar investasi agar bisa mengerek lapangan kerja.

"Kita masih memiliki 7 juta masyarakat kita yang menganggur," ujarnya.

Melihat hal itu, Jokowi meminta seluruh kepala daerah dan kepala Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) membantu menyelesaikan persoalan investasi di lapangan.

Apabila seluruh minat investasi itu digarap, Jokowi yakin investasi asing bakal kian deras masuk ke Indonesia.

"Mereka akan dengar negara ini melayani investor kecil maupun besar," tuturnya.

Sebagai informasi, BKPM mencatat realisasi investasi yang masuk ke Indonesia mencapai Rp809,6 triliun sepanjang 2019. Realisasi itu meningkat Rp88,3 triliun atau 12,24 persen dari sebelumnya Rp721,3 triliun pada 2018.

Dalam menghitung realisasi investasi itu, BKPM menggunakan asumsi kurs sebesar Rp15 ribu per dolar AS atau sesuai asumsi APBN 2019. Sebagai catatan, rata-rata kurs rupiah tahun lalu sebesar Rp14.146 per dolar AS.

Kendati demikian, BPS mencatat pertumbuhan investasi merosot sepanjang 2019. Pasalnya, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) cuma tumbuh 4,45 persen. Angka itu jauh lebih rendah dari realisasi 2018 yang mencapai 6,64 persen.

[Gambas:Video CNN]

(pris/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK