Sri Mulyani Sudah Guyur Rp7 T untuk Program Keluarga Miskin

CNN Indonesia | Rabu, 12/02/2020 05:53 WIB
Sri Mulyani Sudah Guyur Rp7 T untuk Program Keluarga Miskin Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan anggaran untuk PKH menjadi salah satu yang digenjot oleh pemerintah pada awal tahun ini. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Keuangan memaparkan pemerintah baru menyalurkan anggaran bantuan sosial (bansos) melalui Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar Rp7 triliun per 31 Januari 2020. Angka itu setara dengan 29 persen dari pagu yang disiapkan pemerintah tahun ini sebesar Rp29 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan anggaran untuk PKH menjadi salah satu yang digenjot oleh pemerintah pada awal tahun ini. Selain PKH, terdapat pos anggaran lainnya, yaitu belanja kementerian/lembaga (K/L) sebesar Rp30,9 triliun.

"Untuk belanja barang Rp3,3 triliun, belanja modal Rp1,9 triliun, belanja pegawai Rp12,5 triliun. Ini semuanya adalah belanja yang dipercepat dalam rangka mendorong perekonomian domestik," ungkap Sri Mulyani di Kompleks Istana Kepresidenan, Bogor, Selasa (11/2).


Selain itu, Sri Mulyani juga menuturkan pihaknya telah menyalurkan dana desa sebesar Rp586 miliar per 10 Februari 2020. Dana itu diberikan untuk 1.490 desa.

"Realisasi ini lebih tinggi dibandingkan Februari tahun lalu yang pencairannya baru Rp317 miliar," kata Sri Mulyani.

[Gambas:Video CNN]

Semua percepatan penyaluran anggaran ini, sambungnya, merupakan arahan langsung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pasalnya, seluruh dana itu bisa mendorong konsumsi masyarakat demi menjaga ekonomi domestik.

Sebelumnya, Jokowi secara langsung memberikan arahan langsung kepada seluruh menteri kabinet kerja untuk merealisasikan belanja sebesar-besarnya pada awal tahun, khususnya pada Januari dan Februari ini.


Hal itu diharapkan dapat mendongkrak ekonomi dalam negeri di tengah ketidakpastian global karena berkembangnya wabah Virus Corona.

"Dalam situasi yang dialami sekarang ini kecepatan belanja di setiap kementerian seawal mungkin akan jadi pengungkit bagi meredupnya ekonomi global," ucap Jokowi.

Sebagai catatan, pemerintah mengalokasikan belanja negara dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 sebesar Rp2.540,4 triliun. Angka itu terbagi atas belanja pemerintah pusat sebesar Rp1.683,5 triliun dan transfer ke daerah serta dana desa sebesar Rp856,9 triliun.


Diketahui, pemerintah sudah mengalokasikan anggaran bantuan sosial pada APBN 2020. Jokowi menyebut anggaran tersebut untuk 96,8 juta jiwa penerima bantuan, 10 juta keluarga Program Keluarga Harapan (PKH), dan 15,6 juta keluarga Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Jokowi menyatakan 15,6 juta keluarga dalam program BPNT ini akan disalurkan lewat kartu sembako murah. Program kartu sembako murah merupakan salah satu janji Jokowi saat kampaye Pilpres 2019 lalu. (aud/asa)