Jokowi mengungkap IRR saat ini hanya berkisar 8-9 persen. Hal tersebut Jokowi ungkap saat meninjau pembangunan jalan tol seksi I Pekanbaru-Dumai (Permai) di Pekanbaru, Provinsi Riau.
"Kalau tidak dimulai dan nunggu IRR harus tinggi 12 persen ya tidak akan dimulai mulai," kata Jokowi, Jumat (21/2) dikutip dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menuturkan jika pembangunan infrastruktur tol yang menjadi salah satu program utama pemerintah itu bertujuan untuk meningkatkan daya saing Indonesia.
"Kami harapkan dengan kesiapan infrastruktur ini semuanya lebih cepat. Pengiriman logistik, mobilitas orang dan barang lebih cepat. Itu nanti keliatan dalam index competitiveness Indonesia juga meningkat," ucap Jokowi.
Jokowi meninjau pembangunan tol Pekanbaru-Dumai (Permai) yang merupakan jalan tol pertama di Bumi Lancang Kuning dan menghubungkan ibu kota provinsi Riau dengan Kota Pelabuhan, Dumai.
Peninjauan ruas tol sepanjang 131 kilometer yang kini telah masuk tahap akhir pembangunan tersebut dilakukan Jokowi usai meresmikan pabrik PT Asia Pasific Rayon di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan.
Berdasarkan data Hutama Karya, untuk pembangunan seksi 1 Pekanbaru-Minas sepanjang 9,5 km, progres konstruksi 100 persen dan progres pembebasan lahan sudah 100 persen. Seksi 2 Minas-Kandis Selatan sepanjang 24,10 km, progres konstruksi 89,83 persen, sedangkan progres pembebasan lahan sudah 99,83 persen.
Seksi 5 Duri Selatan-Duri Utara panjang 29,45 km, progres konstruksi 90,12 persen, progres pembebasan lahan sudah 100 persen. Seksi 6 Duri Utara-Dumai panjang 25,44 km, progres konstruksi 82,97 persen, dengan progres pembebasan lahan sudah 100 persen.
[Gambas:Video CNN]
(age/bir)