Wakil Ketua HKI Kepri Tjau Hioeng di Batam mengatakan optimisme itu bukan isapan jempol, mengingat pabrik-pabrik di China mulai produksi, sehingga pengiriman bahan baku ke Batam diperkirakan kembali lancar.
"Pabrik mulai buka, berarti mulai operasi," kata Tjau Hioeng, seperti dilansir Antara, Senin (3/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karenanya, proses ekspor pun lancar. Tidak ada pembatalan pesanan dari negara lain.
Memang, awalnya pelaku industri di Batam sempat khawatir akan kekurangan bahan baku untuk produksi. Namun, ketakutan itu berakhir begitu mengetahui perusahaan di China mulai berproduksi.
Sementara itu, untuk bertahan dari ancaman ekonomi terkait virus corona, ia melanjutkan perlu dibangun industry global supply chain di Batam, termasuk segera mencari alternatif impor bahan baku dari negara lain.
HKI juga mengusulkan percepatan pemberian stimulus insentif nonfiskal melalui penurunan harga gas industri, penundaan sementara waktu pungutan pajak, dan retribusi daerah serta mempermudah perizinan kepada industri substitusi impor dan berorientasi ekspor.
Lalu mempercepat kenaikan batasan penghasilan tidak kena pajak. "Terkait expatriat dan manajemen PMA yang masih berada di China agar dapat diberikan solusi supaya mereka segera kembali ke Batam. Sehingga, dapat perusahaan kembali beroperasi," terang dia.
[Gambas:Video CNN]
(antara/bir)