Di apotek, mereka panik dan membeli barang-barang kebutuhan kesehatan khususnya obat-obatan, antiseptik, dan masker dalam jumlah banyak. Di toko ritel, mereka memborong barang kebutuhan pokok atau sembako, seperti makanan instan, minuman kemasan, hingga popok bayi, secara berlebihan dalam sehari.
Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menyebut terjadi lonjakan pengunjung toko ritel sekitar 10 persen sampai dengan 15 persen setelah Jokowi mengeluarkan pengumuman tersebut. Konsekuensinya, apotek dan toko ritel di sejumlah wilayah pun kehabisan stok barang-barang tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Indef Enny Sri Hartati menilai respons masyarakat melakukan panic buying ini merupakan hal yang lumrah. Pasalnya, masyarakat terserang dampak psikologis besar dari masuknya corona di Indonesia.
Menurutnya, fenomena tersebut terjadi karena rakyat merasa kaget atas pengumuman masuknya virus corona ke Indonesia. Pengumuman tersebut cukup bertentangan dengan kepercayaan diri pemerintah bahwa virus corona belum masuk ke Indonesia.
Dampak dari kejadian tersebut kata Enny, telah memicu ketidakpercayaan masyarakat terhadap kesiapan pemerintah dalam mengatasi penyebaran virus corona.
Ketidakpercayaan tersebut salah satunya ditujukan pada pengamanan pendeteksian virus di bandara. Kasus infeksi virus corona yang menimpa dua WNI kemarin membuat rakyat meragukan keakuratan teknologi yang dimiliki pemerintah untuk mendeteksi virus corona.
"Pertanyaannya, saat orang ini keluar masuk ke Indonesia, di imigrasi Indonesia kan enggak terdeteksi? Ini menimbulkan was-was masyarakat. Berarti yang dinyatakan aman keluar dan masuk itu belum tentu aman juga," jelasnya.
Pasalnya, panic buying akan membuat peningkatan permintaan secara tajam. Kenaikan permintaan tersebut berpotensi memicu kelangkaan barang yang bisa berakhir pada kenaikan harga.
Dampak lain, munculnya oknum yang sengaja memanfaatkan momentum atas kenaikan permintaan untuk mengerek harga lebih tinggi dengan menyimpan stok barang. Hal tersebut dikhawatirkan dapat merusak harga barang di pasar, dan menimbulkan goncangan terhadap pembelian barang.
"Ketika terjadi shortage (kekurangan) terhadap pasokan, ini menjadi bermasalah. Bisa jadi juga, ini dimanfaatkan pemburu keuntungan, jadi tidak mengeluarkan stok untuk menaikkan harga. Apalagi bisa diperparah beberapa barang banyak diimpor dari China," jelasnya.
[Gambas:Video CNN]
Bangun Kepercayaan Publik
Segendang sepenarian, Kepala Ekonom CSIS Yose Rizal Damuri menyebut panic buying dipicu dari dampak besar psikologis yang dialami masyarakat atas infeksi virus corona yang terjadi pada WNI.
Kasus infeksi tersebut membuktikan ke masyarakat bahwa pengawasan di pintu masuk negara lemah.
"Orang jadi takut. Jangan-jangan sebenarnya sudah banyak kasus tapi belum diketahui publik saja," ungkapnya.
Namun, Yose menyebut dampak dari panic buying sendiri tidak harus dikhawatirkan pemerintah secara berlebihan. Walaupun terdapat potensi besar terjadinya lonjakan harga akibat peningkatan permintaan barang, ia menyebut peningkatan harga tersebut tidak akan berlangsung lama apabila pemerintah dapat menyelesaikan penanganan masalah virus yang ada secara cepat dan efektif.
Ia menilai membangun kepercayaan tersebut sebenarnya mudah. Pasalnya, infeksi virus corona di Indonesia baru menginfeksi dua warga dan belum menyebar. Dengan fasilitas yang baik dan penanganan yang tepat, Yose meyakini pemerintah dapat menekan penyebaran virus dan membangun kembali kepercayaan masyarakat.
Yang dibutuhkan untuk membangun kepercayaan itu adalah, memberikan informasi jelas kepada publik terkait virus corona. Selain itu, pemerintah juga perlu memastikan kualitas rumah sakit di dalam negeri memadai untuk menanggulangi korban virus corona.
Pemerintah juga perlu mengevaluasi kembali sistem deteksi atau pengawasan kesehatan di bandara atau transportasi publik lainnya.
"Yang penting itu buat pemerintah itu mempersiapkan fasilitas kesehatan supaya bisa menanggulangi atau menangani dengan lebih baik. Sebenarnya kalau informasinya jelas, langkah-langkah pemerintah juga dipercaya publik, maka tidak akan mungkin memicu kepanikan masyarakat lebih lanjut," pungkasnya.