Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin mengatakan tanda tangan perjanjian kerja sama pembangunan proyek gasifikasi terpaksa mundur dari jadwal semula pada Maret ini. Rencananya, tanda tangan itu akan berlangsung pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asean di Las Vegas, AS akibat penyebaran virus corona.
"Sesuai rencana, (tanda tangan) saat Presiden Joko Widodo menghadiri Asean Summit, tetapi karena ada wabah corona Presiden Trump tunda acara ini. Jadi otomatis akan menyesuaikan nanti," katanya, Selasa (3/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, perseroan telah menandatangani Perjanjian Prinsip (principal agreement) pembentukan perusahaan patungan (joint venture/JV) untuk hilirisasi batu bara dengan Air Product dan PT Pertamina (Persero).
Perusahaan patungan itu akan bergerak di bidang bisnis pengolahan batu bara dan produk turunan batu bara.
[Gambas:Video CNN]
Dalam JV tersebut, PTBA akan memasok batu bara kalori rendah yang banyak dihasilkan oleh tambang di Indonesia untuk diolah oleh Pertamina menjadi gas.
Terkait teknologi gasifikasi batu bara, kedua perusahaan menggandeng perusahaan asal AS Air Products and Chemical Inc. Nantinya, jika terealisasi, proyek gasifikasi batu bara akan menghasilkan 1,4 juta ton DME per tahun dengan kebutuhan batu bara 9,2 juta ton per tahun.