"Sekitar US$500 juta untuk inklusi keuangan dan US$500 juta untuk program daya saing. Sekitar US$1 miliar untuk dua program, pinjaman untuk sektor pemerintah dan swasta," ujar Presiden ADB Masatsugu Asakawa, Selasa (3/3).
Sisanya, sambung dia, masih belum ditentukan secara spesifik. Kendati begitu, pinjaman ini akan diberikan ke sektor prioritas pembangunan Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"ADB setuju semua prioritas ini menjadi poin kritikal yang harus dicapai untuk misi Indonesia menjadi negara maju pada 2045," tuturnya.
"Kehati-hatian pemerintah dalam mengambil kebijakan makroekonomi dan manajemen fiskal mampu mendorong pertumbuhan, terlepas dari dampak epidemi virus corona dan isu-isu terkait perdagangan global," imbuh Asakawa.
ADB turut memberi masukan kebijakan pembangunan kepada Indonesia, yaitu pemerintah harus menjalan program pembangunan prioritas agar bisa menjadi katalis pembiayaan sektor swasta, mendorong inovasi, dan teknologi baru, serta pembiayaan dari pemerintah daerah.
[Gambas:Video CNN]
(uli/bir)