"Salah satunya itu (pengurangan tarif impor). Detail (kapan) lagi dibahas, jadi tunggu sampai hasilnya selesai," ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Selasa (3/3) malam.
Kendati begitu, Airlangga belum ingin membahas lebih rinci soal rencana pengurangan tarif impor. Ia menyatakan masih terus berkoordinasi dengan kementerian teknis lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, ada beberapa bahan baku industri yang sejatinya bisa ditutup dari dalam negeri, misalnya tekstil. Beberapa bahan baku, seperti rayon, polyster, sebenarnya mencukupi di Tanah Air.
"Justru ini kesempatan untuk meningkatkan produksi nasional. Pasokannya juga cukup," jelasnya.
"Sekali dia dapat dan termasuk dalam kategori importir baik, maka dia bisa diberikan izin langsung. Mudah-mudahan (daftar 500 importir) bisa (selesai) dalam hitungan hari," ujar Airlangga.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa pemerintah akan memberikan insentif di bidang perpajakan agar turut memberi ruang napas bagi industri di tengah tekanan wabah virus corona. Maklum saja, industri nasional punya ketergantungan yang tinggi dengan industri China.
Namun, penyebaran virus corona di Negeri Tirai Bambu telah membuat proses industri terhambat. Begitu pula dengan aliran bahan baku ke Indonesia.
[Gambas:Video CNN]
(uli/bir)