Direktur Utama Mandiri Manajemen Investasi (MMI) Alvin Pattisahusiwa mengatakan penurunan suku bunga acuan menjadi salah satu stimulus menghalau kejatuhan ekonomi akibat 'infeksi' virus corona.
"Kalau kami lihat dampak dari virus corona ini lebih besar dan lebih meluas, sehingga diperlukan langkah lebih lagi dari Bank Indonesia bisa sampai 50 bps. Jadi itu asumsi kami," katanya, Kamis (5/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Proyeksi pertumbuhan ekonomi yang sekarang kami masih belum turunkan dari (prediksi) pertumbuhan ekonomi awal di 5 persen," ucapnya.
Sementara itu, Deputy Chief Investment Officer (CIO) MMI Aldo Perkasa menuturkan virus corona diprediksi akan menekan pertumbuhan ekonomi China pada 2020. Jika wabah itu dapat ditanggulangi pada Maret-April nanti, maka pertumbuhan ekonomi Negeri Tirai Bambu diyakini berkurang 1 persen dari tahun sebelumnya.
"Ini perhitungan kasar, belum memasukkan kalkulasi paket stimulus ekonomi China untuk meng-counter perlambatan ekonomi," tuturnya.
Perlambatan pertumbuhan ekonomi China, lanjut dia, bakal berpengaruh kepada ekonomi Indonesia. Sebab, China merupakan negera tujuan ekspor utama, sekaligus importir terbesar bagi Indonesia.
"Hitungan kasarnya, apabila China turun 1 persen-1,5 persen untuk Indonesia sendiri mungkin pemotongan 0,3 persen-0,5 persen. Tentu ini perhitungan sebelum keluar paket stimulus ekonomi," ucapnya.
[Gambas:Video CNN]
(ulf/sfr)