Direktur Utama AP I Faik Fahmi menuturkan secara total terdapat 12.703 penerbangan yang dibatalkan dari 15 bandar udara (bandara) yang dikelola oleh AP I pada dua bulan tersebut. Dari jumlah tersebut, sebanyak 11.680 merupakan penerbangan domestik dan 1.023 penerbangan internasional.
"Januari - Februari kalau kami hitung lost opportunity (potensi kehilangan pendapatan) dari beberapa penerbangan internasional maupun domestik dua bulan ini sekitar Rp207 miliar dan rata-rata per bulan sekitar sekitar Rp100 miliar," katanya, Jumat (6/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Faik mengatakan bandara dengan pembatalan penerbangan paling banyak yakni Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Sebagai gambaran, sejak pemerintah menghentikan penerbangan dari China, terdapat 35 penerbangan dari China yang dibatalkan setiap hari.
Setiap penerbangan, kata dia, memuat sekitar 6.800 penumpang per hari. Karenanya, pembatalan penerbangan dari China di Bandara Ngurah Rai berdampak cukup signifikan.
Sementara itu, pembatalan penumpang paling banyak berasal dari Bandara Juanda, Surabaya. Namun, manajemen AP I tidak membeberkan datanya.
Faik menuturkan potensi penurunan pendapatan itu berasal dari sisi aero, sedangkan AP I belum menghitung potensi penurunan pendapatan dari sisi non aero. Pendapatan aero meliputi Passenger Service Charge (PSC), pembayaran jasa parkir pesawat, pembayaran jasa garbarata, dan lainnya.
Faik memprediksi penurunan pendapatan terus meningkat karena maskapai asing mulai menghentikan penerbangan mereka ke Indonesia. Sebaliknya, pemerintah memutuskan melarang turis dan pendatang masuk serta transit dari wilayah sumber penyebaran virus corona di Iran, Italia, dan Korea Selatan.
[Gambas:Video CNN]
Kondisi itu diperburuk dengan larangan umroh sementara oleh Arab Saudi. Sebagaimana diketahui, Arab Saudi menghentikan layanan visa umrah ke sejumlah negara, termasuk Indonesia per Rabu (26/2) waktu setempat.
"Kebijakan pelarangan umroh ini berdampak sekali. Sekitar 90 penerbangan per bulan ke Arab Saudi lewat AP I. Mungkin dampak di Maret-April, penghentian umroh, akan dirasakan seluruh pelaku bisnis di industri aviasi," ucapnya.