"Saya minta dikalkulasi lagi secara detail mengenai risiko pelemahan ekonomi global, termasuk akibat dari merebaknya virus corona yang terjadi pada awal tahun ini dan kemungkinan dampak ekonomi lanjutan pada 2021," ujarnya di Istana Presiden di Jakarta, Senin (9/3).
Oleh sebab itu, Jokowi memerintahkan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju untuk membuat kebijakan fiskal yang berdampak langsung pada ekonomi nasional. Dengan begitu, ekonomi RI tetap terjaga meskipun ada potensi perlambatan ekonomi global di tengah wabah virus corona.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian penguatan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) juga harus dilakukan sehingga UMKM mampu naik kelas, mampu masuk dalam supply change nasional maupun supply change global," jelas Jokowi.
Jokowi juga meminta jajarannya untuk memprioritaskan program untuk mengembangkan industri substitusi impor. Dengan demikian, ia berharap defisit neraca perdagangan dan defisit neraca transaksi berjalan semakin turun.
Sementara, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan defisit US$864,2 juta pada Januari 2020. Secara tahunan, defisit tersebut turun 18,7 persen dibandingkan sebelumnya US$1,06 miliar
Terakhir, kepala negara berharap program kartu prakerja yang akan diluncurkan tahun ini dapat mengurangi kemiskinan di Indonesia. Dengan begitu, dampaknya akan positif bagi ekonomi domestik.
"Lanjutkan terus penguatan sumber daya manusia lewat kartu prakerja dan pengentasan kemiskinan," pungkas Jokowi.
[Gambas:Video CNN]
(aud/bir)