Pekan lalu, sebenarnya The Fed telah menurunkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps) ke kisaran 1 persen-1,25 persen. Hal itu merupakan langkah darurat pertama bank sentral dalam menjaga ekonomi AS setelah virus corona mewabah.
Mengutip AFP, pihak The Fed menyatakan suku bunga yang rendah diharapkan dapat menarik lagi kepercayaan pasar, sehingga kinerja sektor keuangan tetap terjaga. Selain memangkas suku bunga acuan, The Fed juga mengucurkan dana untuk membeli sejumlah instrumen yang diterbitkan perbankan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:The Fed Pangkas Bunga Acuan 50 Basis Poin |
Semua kebijakan ini merupakan hasil koordinasi The Fed dengan bank sentral lain. Bank sentral AS melakukan koordinasi dengan bank sentral Eropa, Inggris, Jepang, dan Swiss.
Sementara, Komite Pasar Terbuka The Fed menyatakan virus corona telah merugikan masyarakat di berbagai negara, termasuk AS. Wabah itu juga mengganggu aktivitas ekonomi.
[Gambas:Video CNN]
Maka itu, Komite Pasar Terbuka The Fed akan terus mengkaji sejumlah langkah untuk menjaga ekonomi AS. Bank sentral AS akan menyesuaikan kebijakannya dengan kebutuhan di masyarakat.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump telah berkali-kali mengingatkan The Fed karena tak bertindak lebih agresif dalam menghadapi sentimen virus corona yang semakin meluas ke sejumlah negara. Namun, ia memuji langkah bank sentral AS yang akhirnya memangkas suku bunga acuan beberapa waktu terakhir.
"Apa yang dilakukan The Fed adalah berita fenomenal. Ini adalah hal yang luas biasa. Saya sangat bahagia dan terkejut," ucap Trump.
Apa yang dilakukan The Fed juga mendapatkan pujian dari sejumlah ekonom. Pasalnya, langkah ini merupakan desakan dari ekonom beberapa waktu lalu dalam menghadapi serangan virus corona.
Ia berharap penurunan suku bunga acuan dapat meningkatkan semua harga aset, menekan pelemahan dolar AS, dan mendorong pertumbuhan pasokan dana di AS.
Sudah dari bank sentral, Shepherdson kini minta agar pemerintah AS juga mengeluarkan kebijakan yang cukup agresif untuk menangkal virus ekonomi terhadap ekonomi negara tersebut.
Ia meminta kongres untuk merilis sebanyak mungkin kebijakan yang bisa menjaga agar ekonomi AS tetap terjaga. Shepherdson mencontohkan, pemerintah AS bisa memberikan insentif fiskal dengan nilai US$1 triliun berupa pemotongan pajak yang terbilang tidak efektif.
(aud/agt)