Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengatakan bank sentral nasional menerapkan kebijakan work from home sesuai dengan hasil koordinasi dengan pemerintah dan otoritas keuangan lain. Sebab, dua layanan ini melibatkan interaksi sosial antara pegawai BI dan masyarakat.
"Kami menerapkan himbauan pemerintah untuk menjaga jarak interaksi sosial (social distancing) dan bekerja dari rumah bagi seluruh pegawai BI. Layanan yang banyak melibatkan interaksi sosial, untuk sementara waktu ditiadakan atau ditutup terhitung mulai 16 Maret 2020," ungkap Onny, Senin (16/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Onny menyampaikan BI juga terus mengupayakan kestabilan sistem moneter dan keuangan, menyelenggarakan sistem pembayaran yang aman dan efisien, serta memastikan ketersediaan rupiah di masyarakat. Pelayanan tersebut diberikan dengan menerapkan panduan keamanan, kesehatan, dan keselamatan kerja (K3) pegawai dan masyarakat.
"BI telah menetapkan langkah-langkah untuk memastikan bahwa uang rupiah yang didistribusikan kepada masyarakat adalah uang rupiah yang telah melalui proses pengolahan khusus guna meminimalisir penyebaran Covid-19," terangnya.
Lihat juga:Satu Karyawan CIMB Niaga Positif Corona |
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghimbau agar masyarakat mulai memberlakukan sistem kerja dari rumah. Hal ini merupakan tindak lanjut dari penyebaran virus corona di Tanah Air.
Sampai Minggu (15/3), setidaknya ada 117 kasus positif virus corona di dalam negeri. Dari jumlah itu, sebanyak delapan orang sembuh dan lima orang meninggal dunia.
"Dengan kondisi ini, saatnya bekerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah," kata Jokowi.
[Gambas:Video CNN]
(uli/age)