"Sebagai dampak dari larangan terbang beberapa pemerintah dunia, berbagai maskapai mungkin telah menuju kebangkrutan teknis, atau setidaknya kesulitan membayar utang," jelas Pusat Penerbangan CAPA yang berbasis di Australia.
Sejak awal tahun lalu, nilai pasar maskapai sudah mulai rontok bersamaan dengan penyebaran virus corona. Bahkan, sebagian harga saham anjlok lebih dari 50 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin menyatakan perusahaan maskapai merupakan prioritas utama dalam pertimbangan stimulus ekonomi. Salah satu stimulus yang disiapkan Gedung Putih yaitu pemangkasan pajak gaji.
Namun, CAPA menilai bantuan pemerintah hanya setengah dari solusi. Menurut CAPA, anggota parlemen di berbagai negara berusaha untuk menyediakan bantuan untuk industri masing-masing, ini menyebabkan industri kian rentan.
Sebaliknya, kata CAPA, ini merupakan kesempatan untuk mendorong kelompok penerbangan internasional. CAPA mengusulkan maskapai raksasa untuk berdialog dengan asosiasi penerbangan untuk membangun abad ke 21 yang memenuhi kebutuhan ekonomi dan sosial dunia.
Tercatat, beberapa perusahaan maskapai terpaksa merumahkan pekerja dan berebut mempertahankan pendapatan di tengah penurunan permintaan.
Tiga aliansi maskapai global terbesar, yakni Oneworld, SkyTeam, dan Star Alliance, mendesak pemerintah untuk mengevaluasi semua cara yang memungkinkan guna membantu industri ini. Ketiganya mewakili lebih dari 58 maskapai terkemuka di dunia. Bahkan, beberapa maskapai di Eropa telah mengeluarkan permohonan bantuan yang mendesak.
Lebih lanjut, maskapai berbiaya rendah terbesar di Eropa, Ryanair (RYAAY) mengatakan mereka akan melakukan grounded pada sebagian besar armadanya selama 7 hingga 10 hari ke depan. Saat ini, mereka mengurangi kapasitas kursi sebesar 80 persen untuk periode April dan Mei. Perseroan juga harus membayar biaya parkir dari total 470 pesawat.
Sementara itu, maskapai Lufthansa (DLAKY) perseroan tengah berdiskusi dengan pemerintah terkait dukungan jika diperlukan. Perseroan sendiri memiliki maskapai nasional di Jerman, Swiss, Austria, dan Belgia. Salah satu anak perusahaan, Austrian Airlines, menangguhkan sementara semua penerbangan mulai 19 Maret.
Pemotongan Kapasitas
Mayoritas maskapai penerbangan terbesar di dunia telah mengumumkan pengurangan kapasitas secara dramatis. Karenanya, karyawan pun diminta mengambil cuti sukarela tak berbayar, sedangkan gaji pegawai senior eksekutif dipotong.
Sebut saja, American Airlines (AAL) akan mengurangi kapasitas internasional sebesar tiga perempat pada periode 16 Maret-6 Mei. Lalu, United Airlines mengatakan akan memangkas setengah kapasitas pada April dan Mei. Sementara itu, Delta (DAL) mengurangi kapasitas sebesar 40 persen pada beberapa bulan ke depan yang merupakan pemangkasan terbesar dalam sejarah perusahaan.
Tak hanya maskapai, kondisi ini juga membuat buruh pada industri penerbangan berteriak. Serikat buruh di berbagai negara meminta pemerintah untuk turun tangan.
Serikat pilot United membuat sebuah seruan untuk bertindak yang isinya meminta pemerintah AS membantu industri. Data Departemen Tenaga Kerja menyebut terdapat kurang lebih 460.000 ribu pekerjaan di industri penerbangan AS.
Sementara serikat pilot Inggris mengatakan tanpa dukungan pemerintah yang signifikan sekarang mungkin tidak ada industri penerbangan Inggris yang tersisa. Mereka meminta Perdana Menteri Inggris Boris Johnson untuk menerapkan paket keuangan komprehensif yang mendesak untuk membayar gaji pekerja. Buruh juga mendesak pemerintah memberikan pinjaman kepada maskapai dan pengelola bandara.
[Gambas:Video CNN]
(ulf/wel)