Ketua Komite Ritel Bidang Perdagangan Apindo Tutum Rahanta mengatakan kelangkaan gula pasir terjadi karena pasokan yang tidak ada. Kondisi ini tak terkait dengan lonjakan permintaan yang terjadi akibat virus corona.
"Gula pasir di pasar modern sebagian besar kosong," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (18/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tutum mengatakan pembatasan tersebut akan membantu ritel modern menekan pembelian dalam jumlah besar. Sementara itu, ia menuturkan ketersediaan bahan pokok lainnya di ritel modern seperti minyak goreng, beras dan daging sapi beku tidak ada masalah.
"Yang lainnya tidak ada masalah, seperti minyak pembelian tinggi tapi produksi dari sawit juga banyak. Kalau beras kan Perum Bulog memastikan pasokan cukup," ucapnya.
[Gambas:Video CNN]
Impor
Tutum mengatakan agar kelangkaan gula tidak terus terjadi, ia berharap pemerintah membuka lebar-lebar pintu impor. Sebelumnya, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto telah menerbitkan izin sebesar 988 ribu ton.
Izin diterbitkan karena saat ini stok gula pasir di distributor hanya sebanyak 159 ribu ton. Mendag menuturkan gula impor sebanyak 250 ribu bakal mengguyur pasar pada April mendatang
"Karena gejolak harga sudah tinggi pasti dianggap telat (impor gula)," tutur Tutum.
Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) menunjukkan harga gula pasir lokal tembus Rp16.850 per kg pada Rabu (18/3). Harga itu naik, Rp100 dari hari sebelumnya Rp16.750 per kg.