Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan RNI memesan sebanyak 500 ribu unit rapid test virus corona dari China.
"Ini RNI yang pesan, tapi kami menunggu izin dari Kementerian Kesehatan. Kalau sudah bisa langsung kami bisa kirimkan rapid test corona dengan cepat kemana-mana," katanya melalui via video conference, Rabu (18/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, alat rapid test akan didistribusikan oleh BUMN. Namun, ia belum merinci wilayah distribusinya nanti. Terkait harga alatnya, ia menuturkan cenderung lebih murah ketimbang di RS.
Jika alat tersebut terbukti efektif membantu pasien, maka pemerintah membuka peluang untuk kembali mendatangkan dari China. Saat ini, Indonesia belum dapat memproduksi alat tersebut karena waktu yang cenderung terbatas sementara virus corona telah menyebar. Ke depan, ia tidak menutup kemungkinan alat tersebut dapat diproduksi oleh ilmuwan di Indonesia.
"Mereka sanggup (memasok lagi), karena mereka bisa produksi 150 ribu pcs per hari. Hingga Selasa (17/3), tercatat 172 pasien dinyatakan positif virus corona. 9 orang diantaranya sembuh dan 7 orang lainnya meninggal dunia.
[Gambas:Video CNN]
(ulf/age)