Akibatnya, permintaan bahan bakar global jatuh. Mengutip Antara, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei jatuh US$3,85 atau 13,4 persen ke posisi US$24,88 per barel.
Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April anjlok US$6,58 atau 24,4 persen menjadi US$20,37 per barel. Minyak Brent merosot lebih dari 50 persen dalam 10 hari terakhir. Sebab, semua sekolah-sekolah tutup, kegiatan bisnis berhenti, dan pemerintah di seluruh dunia mendesak warga untuk membatasi pertemuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, pasar minyak sudah guncang setelah Arab Saudi memutuskan meningkatkan pasokan secara signifikan. Pasalnya, Arab Saudi dan Rusia tidak mencapai kesepakatan pemangkasan produksi guna mengantisipasi pelemahan permintaan.
Arab Saudi mempertahankan produksi lebih dari 12 juta bph dan mengabaikan permohonan pemangkasan produksi untuk menyeimbangkan pasar. "Segala sesuatunya berubah dengan sangat cepat. Kami menemui satu peristiwa ekstrem yang bertabrakan dengan lainnya," kata wakil presiden penelitian di Mobius Risk Group di Houston John Saucer.
[Gambas:Video CNN]
(ulf/agt)