Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com di situs Traveloka, Kamis (19/3) penerbangan Garuda Indonesia Group dan Lion Air Group dari dan ke kota-kota di Malaysia tidak tersedia sampai 31 Maret 2020. Hal itu seiring kebijakan pemerintah setempat yang menerapkan lockdown hingga akhir bulan ini.
Saat ini, Garuda Indonesia Group dan Lion Air Group masing-masing setidaknya melayani 20 penerbangan per hari dari dan ke kota-kota di Malaysia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lion Air Group, misalnya, memfasilitasi seluruh calon penumpang yang sudah membeli tiket dengan pengembalian dana (refund) sesuai ketentuan. Penumpang juga diberikan pilihan untuk memindahkan tanggal perjalanan (reschedule) tergantung ketersediaan kursi.
Sementara, dalam keterangan resminya, Air Asia memberikan tiga pilihan bagi penumpang yang kena dampak pembatalan penerbangan. Pertama, penumpang dapat memindahkan jadwal penerbangan hingga 90 hari dari jadwal keberangkatan semula tanpa biaya tambahan.
Ketiga, penumpang bisa meminta pengembalian penuh atas biaya tiket yang penerbangannya dibatalkan.
Wabah virus corona memang membuat industri penerbangan babak belur. Tanpa kebijakan lockdown pun, sejumlah maskapai di dunia memilih untuk membatalkan penerbangan dari dan ke negara episentrum penyebaran virus corona karena rendahnya tingkat keterisian.
Melansir Business Insider, sebuah perusahaan konsultan raksasa menyebut lebih dari 50 persen maskapai di dunia terancam gulung tikar dalam dua bulan ke depan jika tidak ada aksi penyelamatan.
"Sebagai dampak dari larangan terbang beberapa pemerintah dunia, berbagai maskapai mungkin telah menuju kebangkrutan teknis, atau setidaknya kesulitan membayar utang," jelas Pusat Penerbangan CAPA yang berbasis di Australia.
[Gambas:Video CNN]
(sfr/agt)