Ketum Gappmi Adhi Lukman mengatakan pemerintah telah membuka keran impor untuk memenuhi kebutuhan gula pasir yang makin menipis. Secara total, Kementerian Perdagangan telah menerbitkan izin impor gula sebesar 988 ribu ton.
"Stok makanan dan minuman untuk pangan olahan itu sangat cukup sekali, tidak ada kekurangan sama sekali. Kami sudah perhitungkan sampai setelah lebaran. Sampai Juni sudah cukup," ucapnya, Kamis (19/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan yang sama, Anggota Dewan Penasehat Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Tutum Rahanta mengungkapkan peritel tak mengalami kendala pasokan dari industri. Sepakat dengan Adhi, ia juga mengimbau masyarakat untuk tenang dan tidak melakukan panic buying.
"Dengan masyarakat tenang kami juga tenang, industri tidak ada masalah. Sampai kami minta ke teman industri mau kirim kapan pun kami terima, gudang kami buka terus," kata Tutum.
"Kalau beli secara panik tidak bakal cukup, bukan karena barang tidak ada tapi karena tidak sempat dipajang," jelasnya.
Tak hanya bahan pangan olahan, bahan pangan pokok juga dipastikan mencukupi hingga periode lebaran.
Namun, pemerintah telah memberikan pelonggaran impor, sehingga dapat menambah ketersediaan pasokan dalam negeri. "Secara umum, kondisi pasokan bahan pokok cukup untuk penuhi kebutuhan sampai puasa dan lebaran 2020," tandasnya.
[Gambas:Video CNN]
(ulf/bir)