Terpantau, nilai mata uang yang melemah selain rupiah hanya dolar Singapura sebesar 0,04 persen pada waktu perdagangan yang sama. Sementara, mata uang negara di kawasan Asia lainnya bergerak menguat.
Contohnya, baht Thailand menguat 0,22 persen, peso Filipina 0,25 persen, dan ringgit Malaysia 0,34 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, Ibrahim mengungkap fundamental ekonomi Indonesia masih kuat menghadapi level nilai tukar rupiah saat ini. Ia menyebut pelemahan tersebut murni akibat kepanikan pasar yang tidak terpengaruh kebijakan penurunan suku bunga bank sentral.
"Walaupun rupiah ke Rp16.500 per dolar AS, fundamental indonesia masih kuat, ini murni karena panik saja, penurunan suku bunga saat ini kecil pengaruhnya," jelasnya.
[Gambas:Video CNN]
Lebih lanjut, ia memprediksi level rupiah saat ini sudah mencapai level kunci, di mana kemungkinan besar akan terus melemah bergantung perkembangan kabar virus corona.
"Ini level kunci, dan akan terus melemah sambil menunggu informasi virus corona," pungkasnya.