Rupiah Tembus Rp16 Ribu per Dolar AS karena Virus Corona
CNN Indonesia
Jumat, 20 Mar 2020 10:32 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di Rp16.038 per dolar AS pada perdagangan pasar spot pukul 10:07 WIB Jumat (20/3). Posisi tersebut melemah 0,79 persen dibandingkan perdagangan Kamis sore (19/3) dan ambruk 15,66 persen sejak awal tahun.
Terpantau, nilai mata uang yang melemah selain rupiah hanya dolar Singapura sebesar 0,04 persen pada waktu perdagangan yang sama. Sementara, mata uang negara di kawasan Asia lainnya bergerak menguat.
Contohnya, baht Thailand menguat 0,22 persen, peso Filipina 0,25 persen, dan ringgit Malaysia 0,34 persen.
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai anjloknya rupiah hingga tembus level Rp16 ribu siang ini disebabkan oleh kepanikan pasar global menghadapi virus corona (covid-19).
"Pasar panik akibat coronavirus yang menyebar secara global," kata Ibrahim saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (20/3).
Diketahui, covid-19 kini telah menyebar ke lebih dari 100 negara dan telah merenggut lebih dari 8 ribu jiwa. Kondisi itu memicu kepanikan pasar global.
Kendati demikian, Ibrahim mengungkap fundamental ekonomi Indonesia masih kuat menghadapi level nilai tukar rupiah saat ini. Ia menyebut pelemahan tersebut murni akibat kepanikan pasar yang tidak terpengaruh kebijakan penurunan suku bunga bank sentral.
"Walaupun rupiah ke Rp16.500 per dolar AS, fundamental indonesia masih kuat, ini murni karena panik saja, penurunan suku bunga saat ini kecil pengaruhnya," jelasnya.
[Gambas:Video CNN]
Lebih lanjut, ia memprediksi level rupiah saat ini sudah mencapai level kunci, di mana kemungkinan besar akan terus melemah bergantung perkembangan kabar virus corona.
"Ini level kunci, dan akan terus melemah sambil menunggu informasi virus corona," pungkasnya.
(ara/sfr)
Terpantau, nilai mata uang yang melemah selain rupiah hanya dolar Singapura sebesar 0,04 persen pada waktu perdagangan yang sama. Sementara, mata uang negara di kawasan Asia lainnya bergerak menguat.
Contohnya, baht Thailand menguat 0,22 persen, peso Filipina 0,25 persen, dan ringgit Malaysia 0,34 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, Ibrahim mengungkap fundamental ekonomi Indonesia masih kuat menghadapi level nilai tukar rupiah saat ini. Ia menyebut pelemahan tersebut murni akibat kepanikan pasar yang tidak terpengaruh kebijakan penurunan suku bunga bank sentral.
"Walaupun rupiah ke Rp16.500 per dolar AS, fundamental indonesia masih kuat, ini murni karena panik saja, penurunan suku bunga saat ini kecil pengaruhnya," jelasnya.
[Gambas:Video CNN]
Lebih lanjut, ia memprediksi level rupiah saat ini sudah mencapai level kunci, di mana kemungkinan besar akan terus melemah bergantung perkembangan kabar virus corona.
"Ini level kunci, dan akan terus melemah sambil menunggu informasi virus corona," pungkasnya.