"BUMN farmasi terus memproduksi kebutuhan yang kami bisa, contoh masker. Insya Allah 31 Maret akan tersedia 4,7 juta masker," katanya melalui video conference, Jumat (20/3).
Tak hanya dari sisi alat kesehatan, Erick juga memastikan BUMN farmasi memiliki pasokan obat untuk pasien positif virus corona. Ia menuturkan beberapa negara juga telah menggunakan jenis obat yang sama. Namun, ia tidak menjelaskan lanjut jenis obat tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) akan memproduksi masker sebanyak 2 juta lembar bulan ini. Bahan baku pembuatan masker akan didatangkan dari beberapa negara meliputi, China, India, dan Prancis.
"(Produksi) masker 2 juta itu semuanya oleh RNI, kerja sama dengan pabrikan lokal. Jadi RNI order supaya cepat," katanya.
[Gambas:Video CNN]
Pesan Test Kit Corona dari Swiss
Selain itu, Erick mengatakan pihaknya juga telah memesan alat tes (test kit) virus corona dari Swiss. Alat tersebut rencananya akan masuk ke Indonesia pada akhir bulan ini.
"Kami beli (test kit) dari Swiss, saya tidak bicara merek, yang dari Swiss sudah kami pesan, insya Allah akhir bulan ini datang," imbuhnya.
Ia menjelaskan test kit yang dipesan dari Swiss tersebut akan menguji keberadaan virus melalui air liur baik di tenggorokan maupun hidung, bukan dari darah. Alat tersebut nantinya akan didistribusikan ke rumah sakit. Sebelumnya, Singapura juga disebut ingin menyumbangkan test kit untuk Indonesia.
Di sisi lain, alat tes kilat atau rapid test virus corona dari China sudah masuk ke Indonesia secara bertahap mulai Kamis (19/3). Erick menuturkan alat tersebut telah diserahkan langsung kepada Kementerian Kesehatan.
"Kalau alat tes sudah di Kemenkes, sudah di sana," tutur dia.
Sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) Kementerian BUMN diharapkan fokus pada sektor kesehatan. Dengan demikian, seluruh dana Corporate Social Responsibility (CSR) BUMN tahun ini akan dialihkan untuk menjamin kesehatan masyarakat.