Kedua bank menyebut kemungkinan besar resesi terjadi lantaran proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang dilakukan menunjukkan tren negatif.
Morgan Stanley memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global turun menjadi 0,9 persen pada 2020, sedangkan Goldman Sachs memproyeksikan pelemahan pertumbuhan ekonomi mencapai 1,25 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, perekonomian Indonesia memang cenderung stabil dengan pertumbuhan ekonomi yang masih berada di level 5 persen. Inflasi per Februari relatif terkendali di bawah 3 persen dengan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) terbaru sebesar 4,5 persen.
"Meskipun terjadi defisit pada APBN dan transaksi berjalan, tapi cadangan devisa negara dan neraca dagang masih berada pada kondisi positif. Meski demikian hantaman dampak Corona akan membuat perekonomian semakin melambat dan berpotensi meningkatkan pengangguran," papar Ellen May Institute, Jumat (20/3).
Langkah fiskal dilakukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan memberikan tarif 0 persen untuk payroll tax (sejenis dengan pajak penghasilan/PPh Pasal 21) untuk karyawan maupun pengusaha untuk sisa tahun ini.
Hal tersebut diikuti oleh keputusan BI pada Kamis (19/3), yang juga ikut memangkas suku bunga acuan 25 basis poin (bps) menjadi 4,5 persen.
Sementara, kebijakan fiskal ditempuh dengan memberikan relaksasi pajak penghasilan (PPh) pasal 21, 22, 25, dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dipercepat.
"Dampak multiplayer effect dari covid-19 dan stimulus yang diberikan pemerintah tidak langsung memberikan efek yang signifikan, sehingga membutuhkan waktu," papar lembaga tersebut.
Lembaga tersebut menilai Resesi yang terjadi saat ini pasti akan kembali pulih hanya tinggal menunggu waktu.
[Gambas:Video CNN]
(ara/age)