Bendahara negara mengatakan realokasi bisa dilakukan dengan cepat karena tinggal mengubah alokasi belanja di Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA). Realokasi diambil dari berbagai pos anggaran.
"Sesuai yang disampaikan Presiden (Jokowi), ini menyangkut perjalanan dinas, belanja non operasional, honor-honor, dan dana yang terblokir, serta output cadangan," ucap Sri Mulyani, Jumat (20/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami meminta agar APBD bisa diproritaskan untuk mengatasi hal ini (corona), khususnya lima provinsi, yaitu Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur yang paling besar konsentrasi dari terjadinya corona," jelasnya.
Menurut perhitungannya, setidaknya da Rp56 triliun sampai Rp59 triliun dana dari APBD yang bisa dialihkan untuk penanganan virus corona. Dana ini berasal dari transfer pemerintah ke keuangan daerah, termasuk dana desa.
[Gambas:Video CNN]
Penyebaran virus corona terus meluas ke berbagai negara. Berdasarkan data penyebaran virus corona dari Johns Hopkins CSSE pada Jumat (20/3) pukul 14.30 WIB, jumlah kasus positif di dunia mencapai 244.523. Dari jumlah tersebut, korban meninggal sebanyak 10.031 orang dan pasien sembuh 86.301 orang.
Sementara, hingga sore ini, jumlah kasus positif virus corona di Indonesia telah mencapai 369 kasus, di mana 32 orang di antaranya meninggal dunia dan 17 orang dinyatakan sembuh.
(uli/sfr)