Puluhan juta orang itu akan menggunakan berbagai moda transportasi, seperti pesawat, kereta api, bus, hingga mobil pribadi. Berbagai area seperti tempat peristirahatan di jalan tol, stasiun bus, dan bandara otomatis akan dipadati oleh banyak masyarakat.
"Ada risiko penularan virus corona ke daerah terpencil hanya dalam kurun waktu satu pekan," ungkap The EIU dalam risetnya, dikutip Jumat (20/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ramadhan sendiri akan dimulai pada 23 April mendatang selama 30 hari. Kemudian, Lebaran diprediksi jatuh pada 24 Mei 2020. The EIU melihat mudik akan terjadi pada 22 Mei 2020.
The EIU menilai keputusan untuk lockdown di Indonesia memang tak mudah. Pasalnya, banyak warga yang tinggal bersama dengan saudara yang lebih tua. Ketika lockdown terjadi, anggota keluarga yang lebih muda akan dipaksa untuk tetap pergi bekerja demi mendapatkan penghasilan.
Dalam beberapa minggu ke depan, pemerintah akan fokus pada tes pengujian dan menjaga pasokan bahan pokok. Jokowi sebelumnya telah mengunjungi gudang Perum Bulog untuk melihat ketersediaan bahan pokok di dalam negeri.
Indonesia, lanjut The EIU, sebenarnya baru masuk pada fase awal pertempuran melawan virus corona. Lembaga riset internasional itu melihat ekonomi Indonesia akan 'sakit' dan pihak rumah sakit hanya mampu mengurus beberapa pasien saja.
"Kemungkinan kerusuhan sosial terjadi. Sangat penting pemerintah melakukan lockdown atau jumlah nyawa yang hilang semakin banyak," papar The EIU.
Sementara, The EIU menyatakan pemerintah sebenarnya tanggap dalam membuat paket kebijakan demi menjaga ekonomi dari serangan virus corona. Diketahui, pemerintah menerbitkan kebijakan fiskal jilid pertama pada Februari 2020 dan dilanjutkan dengan paket kedua pada bulan ini.
Hanya saja, Jokowi menolak untuk melakukan pembatasan pertemuan di ruang pubik yang telah diberlakukan di negara lainnya demi meminimalisir penularan virus corona. Sebagai gantinya, mantan Gubernur DKI Jakarta itu hanya mengimbau warga untuk bekerja dari rumah (work from home) dan warga membatasi perjalanan yang tak terlalu penting.
"Kami berharap pembatasan lebih lanjut akan diumumkan oleh pemerintah," pungkas The EIU.
[Gambas:Video CNN]
(aud/age)