"Hari ini saya dapat mengumumkan, pertama kalinya dalam sejarah, pemerintah akan turun tangan dan membantu membayar upah masyarakat," ujar Sunak seperti dikutip dari AFP, Sabtu (21/3).
Penutupan tempat hiburan merupakan bentuk upaya jaga jarak (social distancing) di tengah meningkatkan jumlah korban yang meninggal karena wabah virus corona. Per Sabtu (21/3), virus corona telah menginfeksi hampir 4.000 warga Inggris di mana 177 orang di antaranya meninggal dunia dan 65 orang dinyatakan sembuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, Inggris juga meningkatkan bantuan kesejahteraan dan memperpanjang skema pembayaran kredit usaha. Salah satunya bantuan untuk meringankan biaya sewa rumah senilai 1 miliar poundsterling.
Di awal pekan ini, pemerintah Inggris juga menyiapkan pinjaman senilai 330 miliar poundsterling untuk membantu bisnis yang terpukul karena wabah tersebut.
Kepala Kongres Serikat Dagang Inggris Frances O'Grady mendukung upaya penyelamatan ekonomi itu.
"Pemberi kerja sekarang dapat percaya diri, mereka akan mampu membayar bebab upaya. Mereka harus seger meyakinkan pekerja bahwa pekerjaan mereka aman," tuturnya.
Sementara itu, di Indonesia, pemerintah telah menerbitkan dua paket kebijakan fiskal demi meredam dampak virus corona terhadap ekonomi domestik. Alokasi yang disiapkan pemerintah untuk paket pertama sebesar Rp10,3 triliun berupa insentif untuk sektor pariwisata, penerbangan, hingga bantuan sosial.
[Gambas:Video CNN]
Sedangkan paket kedua sebesar Rp22,9 triliun, termasuk di dalamnya pembebasan pembayaran pajak penghasilan (PPh) Pasal 21 hingga penundaan PPh Pasal 22 dan Pasal 25.
Saat ini, pemerintah sedang mengkaji untuk menerbitkan paket kebijakan fiskal jilid ketiga. Menteri Keuangan Sri Mulyani bilang sektor kesehatan akan menjadi poin pertama yang masuk dalam paket tersebut.
(sfr)