"Di dalam konteks ini stimulus akan kami kaji ulang, untuk pariwisata mungkin akan kami sesuaikan lagi," ucap Sri Mulyani, Jumat (20/3).
Sri Mulyani bilang pemerintah kini akan memprioritaskan tiga hal, yaitu sektor kesehatan, social safety net (jaring pengamanan sosial), dan dunia usaha khususnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, pemerintah sedang mengkaji untuk menerbitkan paket kebijakan fiskal jilid ketiga. Menteri Keuangan Sri Mulyani bilang sektor kesehatan akan menjadi poin pertama yang masuk dalam paket tersebut.
Sementara, Jokowi juga telah memerintahkan seluruh jajarannya untuk mengubah fokus penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Jokowi mencontohkan beberapa bentuk anggaran yang bisa dipangkas, yaitu anggaran perjalanan dinas, belanja rapat, dan pembelian barang yang tidak prioritas. Ia memerintahkan seluruh menteri dan pemerintah daerah mengutamakan anggaran untuk meningkatkan daya beli masyarakat.
"Daya beli masyarakat harus betul-betul jadi perhatian, terutama rakyat kecil. Arahkan anggaran itu ke sana," ujar Jokowi.
Selain daya beli masyarakat, Jokowi meminta agar penggunaan APBN dan APBD harus diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan di sektor kesehatan. Hal ini sengaja dilakukan demi meredam penyebaran virus corona di dalam negeri.
[Gambas:Video CNN] (aud/sfr)