"Kontraksi tajam ekonomi global, setidaknya di kuartal kedua, tampaknya akan segera terjadi. Ketidakpastian akan ada setidaknya beberapa bulan," tulis Moody's dalam rilisnya, Senin (23/3).
Proyeksi tersebut diungkap berdasarkan penyebaran pesat virus corona dalam dua minggu terakhir, serta penutupan bisnis yang meluas dan pembatasan perdagangan sebagai langkah memitigasi penyebaran virus di banyak negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, gejolak di pasar keuangan terpantau terus berlanjut meskipun terdapat jaminan dan tindakan dari bank sentral global untuk mengurangi likuiditas dan kredit. Moody's pun memproyeksikan penurunan pertumbuhan ekonomi riil AS bakal terjadi pada April hingga Desember 2020, namun berangsur meningkat pada Januari 2021.
Namun, mereka melihat penurunan dari jumlah infeksi virus baru di China berpotensi membangkitkan kegiatan ekonomi di China.
Lebih lanjut, lembaga tersebut merasa kebijakan pemerintah yang kuat dan terarah dapat membatasi kerusakan ekonomi. Kebijakan dengan tujuan mencegah kehilangan pekerjaan dan kegagalan bisnis kemungkinan akan menghasilkan dampak positif dalam jangka panjang.
Respons kebijakan fiskal dan moneter yang efektif pun dinilai penting dalam mencegah pengangguran agar tidak meningkat dengan cepat, sehingga mencegah penurunan ekonomi yang lebih dalam dan lebih lama.
"Kami berharap para pembuat kebijakan menyiapkan langkah-langkah darurat menanggapi krisis keuangan untuk mengurangi dislokasi pasar keuangan yang ekstrem" tulis Moody's.
[Gambas:Video CNN]
(ara/age)