Produksi dilakukan oleh PT Rajawali Nusantara Indonesia. Selain itu, BUMN juga melibatkan perusahaan swasta.
Erick bilang salah satu swasta yang terlibat dalam produksi masker tersebut adalah PT Asia Pulp & Paper (APP) Sinarmas. "Masker ini ada 30-an perusahaan yang produksi. Yang kimia farma sudah distribusikan 4,7 juta masker," katanya pada Selasa (24/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk alat kesehatan lainnya seperti alat pelindung diri (APD) yang tengah minim, Erick mengaku belum ada BUMN yang mampu memproduksi. Di dalam negeri hanya ada 2 perusahaan swasta yang saat ini dapat memproduksi APD.
Karena itulah, pemerintah tidak punya pilihan selain mengimpor. Sementara, untuk obat lini kedua pasien infeksi virus corona Chloroquine, Erick meyakinkan bahwa stok dalam negeri telah tersedia.
Bukan hanya itu, pemerintah juga akan akan memproduksi obat tersebut. "Sekarang BUMN berupaya membeli APD dari luar negeri, Garuda Indonesia sudah siapkan kargonya," ucap Erick.
[Gambas:Video CNN]
(wel/agt)