Dirut PT Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat mengatakan produksi di pabrik-pabrik tersebut masih terjaga. Di bulan Januari sampai akhir Februari 2020, total produksi telah mencapai dua juta ton, setara 108 persen dari target periode sebesar 1,89 juta ton.
Guna menjaga performa, pihaknya menjalankan sejumlah langkah pencegahan penyebaran virus corona di lingkungan operasional kerja dan pabrik di masing-masing perusahaan, juga melakukan sosialisasi dan memberi bantuan kepada masyarakat sekitar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, tindakan preventif itu merupakan upaya nyata BUMN untuk melindungi karyawan, sekaligus menjamin kelangsungan operasional perusahaan dalam menjalankan tugas dari pemerintah. Tak hanya di perkantoran, upaya serupa juga diterapkan di dermaga pelabuhan di area pabrik.
"Semua kebijakan tersebut bersifat dinamis, dan siap menyesuaikan dengan perkembangan terbaru. Kami pun tengah mempersiapkan prosedur-prosedur lebih lanjut dalam rangka memitigasikan potensi resiko yang ada," katanya, seraya memastikan proses distribusi pupuk bersubsidi kepada petani tetap berjalan lancar.
Sebagai informasi, per 19 Maret 2020 Pupuk Indonesia Grup menyediakan stok pupuk bersubsidi sebanyak 963.958 ton yang terdiri dari 497.274 ton Urea, 223.963 ton NPK, 85.910 ton SP-36, 103.653 ton ZA, dan 53.159 ton Organik. Total tersebut tiga kali lebih banyak dari ketentuan sebesar 274.931 ton.
Adapun Pupuk Indonesia mencatatkan realisasi penyaluran pupuk bersubsidi sampai dengan 18 Maret 2020 telah mencapai 2.059.025 ton. Angka tersebut terdiri dari 977.253 ton Urea, 631.684 ton NPK, 171.283 ton SP-36, 182.936 ton ZA, dan 95.869 ton Organik. (rea)