Kemudian, warga yang ditemukan dalam perjalanan mudik akan diimbau untuk kembali ke tempat tinggalnya masing-masing di Jabodetabek.
"Kalau ada keputusan tegas dilarang, Kemenhub dan Kepolisian, serta TNI nantinya akan ada action. Minimal kami akan lakukan penutupan pintu-pintu keluar Jabodetabek, baik di jalan tol dan jalan nasional dan sebagainya, sehingga orang yang mau mudik bisa diimbau untuk kembali," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi dalam konferensi pers, Jumat (27/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budi menyebut hasil rapat antara eselon satu kementerian itu nantinya akan menjadi bahan pembahasan dalam rapat terbatas (ratas) menteri-menteri dari beberapa Kementerian terkait. Nantinya, keputusan final akan dilakukan berdasarkan hasil rapat terbatas antar Menteri.
"Harapan kami ada nanti keputusan lebih lanjut mungkin dari rapat beberapa menteri. Sebetulnya masih ada satu putaran lagi untuk ratas yang diselenggarakan pemerintah untuk memutuskan larangan atau imbauan (larangan) mudik," jelasnya.
"Diharapkan keputusan akan cepat keluar, semakin cepat semakin baik," pungkasnya.
Sebelumnya, Kemenhub menyatakan pembatalan seluruh program mudik gratis tahun ini. Keputusan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi pemerintah menekan risiko penyebaran virus corona. Pembatalan ini berlaku untuk seluruh instansi, baik K/L, BUMN, dan perusahaan swasta.
"Betul dibatalkan karena untuk keselamatan bersama, ini termasuk yang BUMN," tutur Budi kepada CNNIndonesia.com, Senin (23/3) lalu.
[Gambas:Video CNN]
(ara/sfr)