Mudik Gratis BUMN Batal, Dana Dialihkan untuk Corona

CNN Indonesia | Minggu, 29/03/2020 10:46 WIB
Mudik Gratis BUMN Batal, Dana Dialihkan untuk Corona Ilustrasi. Pemandangan Tol Jakarta-Cikampek menuju arah Cikampek di Bekasi, Jawa Barat, saat mudik. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir membatalkan seluruh kegiatan mudik gratis tahun ini yang kerap dilakukan oleh perusahaan pelat merah jelang Lebaran.

Kebijakan ini dilakukan demi mencegah penyebaran virus corona yang semakin meluas di Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan oleh Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga pada Minggu (29/3).


Arya menyatakan seluruh dana yang sudah disiapkan BUMN untuk melaksanakan program mudik gratis itu nantinya akan dialihkan ke sektor kesehatan guna menanggulangi kasus virus corona di dalam negeri.

Hanya saja, ia tak menjelaskan lebih detail mekanisme pengalihan dana tersebut.

"Karena kami meniadakan mudik maka yang selama ini dana-dana yang dipakai untuk mudik gratis, yang bagian dari CSR BUMN maka akan dialihkan dan diprioritaskan untuk kesehatan. Prioritas kami untuk menghadapi corona," ucap Arya.

Arya menyatakan jumlah masyarakat yang telah mendaftarkan diri untuk mengikuti program mudik gratis sebanyak 275 ribu orang. Pemerintah sejauh ini menyarankan agar tak ada masyarakat yang melakukan mudik pada Lebaran tahun ini.

"Pak Erick mengatakan bahwa jangan mudik, jaga keluarga, di kampung maupun kota. Kita semua harus tetap melakukan isolasi diri di rumah," terang dia.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi menyatakan Kementerian Perhubungan telah membatalkan seluruh program mudik gratis, baik untuk kementerian/lembaga, BUMN, dan perusahaan swasta.

"Betul dibatalkan karena untuk keselamatan bersama, ini termasuk yang BUMN," tutur Budi.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin juga telah mengimbau masyarakat untuk tak mudik pada Lebaran kali ini. Pasalnya, penyebaran virus corona semakin meluas di dalam negeri.

Ia memahami bila ada masyarakat cemas tak bisa pulang ke kampung halaman masing-masing saat libur lebaran nanti.

Jika terpaksa mudik, Ma'ruf meminta masyarakat menjaga diri dari kemungkinan potensi penularan virus corona di kampung halaman.

"Kalau memang harus terpaksa mudik, pastikan bisa menjaga diri dari kemungkinan potensi penularan di sana," kata Ma'ruf.

Sebagai informasi, jumlah kasus virus corona di Indonesia semakin bertambah setiap hari. Tercatat, jumlah pasien yang positif terinfeksi wabah tersebut meningkat menjadi 1.115 orang pada Sabtu (28/3) dan korban meninggal dunia meningkat menjadi 102 orang.

[Gambas:Video CNN] (aud/ard)