"Termasuk proyek kereta cepat, kondisi partner dengan China tentu TKA belum bisa masuk dan pasti ada delay tapi proyek mesti jalan terus karena transportasi publik yang akan diutamakan," paparnya.
Selain itu, Erick juga menegaskan proyek strategis seperti mega proyek pembangkit listrik 35.000 MegaWatt (MW) akan terus digenjot meski negara tengah menghadapi tantangan perlambatan pertumbuhan ekonomi. Alasannya, BKPM telah merampungkan pemetaan kebutuhan industri akan listrik dan tak bisa ditunda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam seleksinya, Erick melibatkan seluruh direktur utama perusahaan pelat merah untuk menentukan proyek apa saja yang dapat dikerjakan di kemudian hari. Sementara, proyek yang menyangkut kebutuhan dasar orang banyak akan menjadi prioritas.
Namun, mantan bos klub bola Inter Milan itu enggan menunda banyak proyek yang telah diamanahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebab, ia tak mau keteteran dari negara lain setelah pandemi covid-19 mereda.
Setelah menyiapkan proposal penundaan proyek BUMN, Erick menunggu lampu hijau dari Menteri Keuangan Sri Mulyani. Pasalnya, pembiayaan proyek berbeda-beda mulai dari Pendanaan Modal Negara (PMN) hingga Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
[Gambas:Video CNN]
(wel/sfr)