Eks menteri perdagangan era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu juga meminta negara anggota G20 menurunkan sementara tarif dan pajak ekspor untuk makanan dan bahan pokok lainnya. Termasuk juga menghilangkan atau mengurangi tarif impor produk-produk utama penanggulangan covid-19.
"Kerja sama internasional yang berkelanjutan untuk memelihara sistem perdagangan yang terbuka dan berbasis aturan akan sangat penting untuk pemulihan dan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif," ucap Mari, dikutip dari Antara, Selasa (31/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Negara-negara termiskin sangat rentan terhadap kebijakan di negara-negara pengekspor, termasuk pembatasan-pembatasan perdagangan pasokan medis. Sementara, risiko itu telah diperhitungkan oleh negara kaya," papar Mari.
Berdasarkan catatannya, tarif impor barang untuk penanganan virus corona di negara maju di bawah 4 persen, di negara berkembang di atas 8 persen, dan negara dengan ekonomi tidak maju tarifnya lebih dari 11 persen.
Kemarin, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga meminta jajarannya untuk melonggarkan aturan impor terkait bahan baku penanggulangan covid-19. Apalagi, pasokan APD di dalam negeri semakin menipis di tengah peningkatan kasus corona.
"Untuk mendukung produksi APD saya juga minta diberikan kemudahan untuk bahan baku yang masuk dari impor. Berikan kemudahan," ujar Jokowi dalam video conference, Senin (30/3).
Ia juga meminta agar APD bisa diproduksi di dalam negeri, sehingga yang diimpor hanya bahan baku saja. Menurutnya, ada 28 produsen APD di Indonesia yang siap memasok kebutuhan di dalam negeri.
[Gambas:Video CNN]
(aud/bir)