Mari Elka Minta G20 Tidak Batasi Ekspor Barang Atasi Corona

CNN Indonesia | Selasa, 31/03/2020 11:13 WIB
Mari Elka Minta G20 Tidak Batasi Ekspor Barang Atasi Corona Direktur Pelaksana Bank Dunia Mari Elka Pangestu meminta negara G20 menurunkan tarif dan pajak ekspor untuk barang penanganan corona. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Pelaksana Bank Dunia Mari Elka Pangestu meminta negara-negara anggota G20 untuk tidak membatasi ekspor barang terkait penanganan virus corona. Seperti makanan dan barang lain kebutuhan tenaga medis.

Eks menteri perdagangan era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu juga meminta negara anggota G20 menurunkan sementara tarif dan pajak ekspor untuk makanan dan bahan pokok lainnya. Termasuk juga menghilangkan atau mengurangi tarif impor produk-produk utama penanggulangan covid-19.

"Kerja sama internasional yang berkelanjutan untuk memelihara sistem perdagangan yang terbuka dan berbasis aturan akan sangat penting untuk pemulihan dan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif," ucap Mari, dikutip dari Antara, Selasa (31/3).


Menurut dia, dunia akan sulit menyelesaikan persoalan virus corona jika bergerak sendiri-sendiri atau egois. Ia menegaskan negara-negara d dunia akan semakin kuat jika memiliki fokus yang sama.

"Berjalan sendiri bukan pilihan. Kami akan keluar lebih kuat jika kami semua bekerja sama dengan fokus yang jelas pada masa depan," tegas Mari.

Ia mengatakan Bank Dunia secara khusus mengkhawatirkan dampak virus corona terhadap negara emerging market dan negara berkembang. Pasalnya, negara miskin sangat bergantung terhadap kebijakan negara pengekspor.

"Negara-negara termiskin sangat rentan terhadap kebijakan di negara-negara pengekspor, termasuk pembatasan-pembatasan perdagangan pasokan medis. Sementara, risiko itu telah diperhitungkan oleh negara kaya," papar Mari.

Berdasarkan catatannya, tarif impor barang untuk penanganan virus corona di negara maju di bawah 4 persen, di negara berkembang di atas 8 persen, dan negara dengan ekonomi tidak maju tarifnya lebih dari 11 persen.

Sebagai informasi, jumlah kasus virus corona semakin meluas ke berbagai negara. Mengutip situs pelaporan online Worldometers, jumlah kematian akibat wabah itu di seluruh dunia mencapai 37 ribu. Mayoritas korban berasal dari Eropa.

Kemarin, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga meminta jajarannya untuk melonggarkan aturan impor terkait bahan baku penanggulangan covid-19. Apalagi, pasokan APD di dalam negeri semakin menipis di tengah peningkatan kasus corona.

"Untuk mendukung produksi APD saya juga minta diberikan kemudahan untuk bahan baku yang masuk dari impor. Berikan kemudahan," ujar Jokowi dalam video conference, Senin (30/3).

Ia juga meminta agar APD bisa diproduksi di dalam negeri, sehingga yang diimpor hanya bahan baku saja. Menurutnya, ada 28 produsen APD di Indonesia yang siap memasok kebutuhan di dalam negeri.

[Gambas:Video CNN]


(aud/bir)