"Estimasi saya hanya 4 persen-5 persen. Ini tinggal 8 bulan, kemampuan menyerap pasti terbatas," ucap Sri Mulyani dalam video confrence, Rabu (1/4).
Untuk itu, ia memastikan tingkat defisit tak akan melonjak terlalu tinggi sekalipun pemerintah harus banyak mengucurkan dana demi memerangi virus corona di dalam negeri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati begitu, ia menyatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan agar defisit yang di atas 3 persen ini tidak berlangsung lebih dari tiga tahun. Artinya, defisit harus kembali di bawah 3 persen pada 2023 mendatang.
Diketahui, Jokowi telah meneken peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) sebagai payung hukum relaksasi defisit APBN tahun ini. Dalam perppu tersebut, defisit APBN 2020 diproyeksi mencapai 5,07 persen.
Tolok Ukur Investor
Sementara, Analis Senior Sovereign Risk Group Moody's Investors Service Anushka Shah mengatakan upaya pemerintah untuk mengembalikan defisit fiskal untuk di bawah 3 persen pada 2023 akan menjadi tolak ukur mendapatkan kepercayaan dari investor.
"Persetujuan parlemen baru-baru ini untuk menaikkan plafon akan menghasilkan ekspansi defisit anggaran menjadi 5 persen dari PDB memungkinkan ada ruang fiskal yang lebih besar," kata Shah dalam risetnya.
Dengan ruang fiskal yang lebar, maka pemerintah memiliki kelonggaran untuk memberikan stimulus ekonomi lebih banyak untuk membantu arus kas perusahaan dan konsumsi masyarakat yang terdampak karena virus corona.
[Gambas:Video CNN]
(aud/asa)