Sementara harga pembelian kembali (buyback) naik Rp2.000 per gram dari Rp818 ribu menjadi Rp822 ribu per gram pada hari ini.
Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp483,5 ribu, 2 gram Rp1,78 juta, 3 gram Rp2,65 juta, 5 gram Rp4,41 juta, 10 gram Rp8,75 juta, 25 gram Rp21,78 juta, dan 50 gram Rp43,48 juta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra memperkirakan harga emas di pasar internasional akan bergerak di kisaran US$1.540 sampai US$1.620 per dolar AS. Sentimen utama masih dari penyebaran pandemi virus corona atau covid-19.
Begitu juga dengan beberapa negara lain di Eropa. Misalnya, Italia dengan 110.574 kasus, Spanyol 104.118 kasus, Jerman 77.981 kasus, Perancis 57.763 kasus, dan Inggris 29.865 kasus.
"Hal ini membuat pasar nyaman keluar dari aset berisiko (saham), sementara harga emas kini sering mengikuti pergerakan indeks saham, sehingga ikut tertekan," ucap Ariston kepada CNNIndonesia.com.
[Gambas:Video CNN]
Lebih lanjut, peningkatan jumlah kasus positif virus corona membuat pasar semakin pesimis dengan prospek ekonomi ke depan. Pasalnya, beberapa data ekonomi terkini sudah menunjukkan penurunan yang cukup dalam.
Hal ini membuat pelaku pasar cenderung lebih memilih surat utang pemerintah untuk mengamankan dananya dari bursa saham dan emas. Ariston mengatakan hal ini tercermin dari tingkat imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (US Treasury) bertenor 10 tahun yang kembali melemah.
Yield US Treasury tercatat berada di kisaran 0,57 persen atau hampir mendekati level terendah pada tahun ini sebesar 0,36 persen. "Ini mengindikasikan permintaan terhadap obligasi tinggi, sehingga harga naik dan tingkat imbal hasil turun," tandasnya. (uli/bir)