Yang paling parah adalah penutupan sementara 12 taman hiburan Disney sejak 15 Maret lalu. Perusahaan berjanji hanya akan membayar gaji mereka sampai 19 April 2020, seiring dengan dimulainya program cuti tanpa gaji pada 19 April 2020 nanti.
"Kami belum mengetahui kapan bisnis akan kembali dibuka. Kami terpaksa harus mengambil keputusan berat dengan menangguhkan para karyawan kami," tulis perusahaan dilansir CNN.com, Jumat (3/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukan cuma karyawan biasa yang dirumahkan, level manajemen pun terkena imbasnya. Pada awal pekan ini para Eksekutif Disney menyatakan pemotongan gaji akibat pandemi virus corona.
Pada Senin (30/3), CEO Disney Bob Chapek menyatakan lewat e-mail kepada para pekerjanya bahwa ia hanya akan mengambil setengah dari gajinya.
Pengumuman pada Kamis lalu diperuntukkan bagi pekerja Disney di AS, para eksekutif, dan pekerja bayaran per jam.
Akibat keputusan ini, saham Disney anjlok lebih dari 30 persen sejak awal tahun.
[Gambas:Video CNN]
(wel/bir)