Enam Hotel di Riau Tutup Karena Corona, 300 Orang Dirumahkan

CNN Indonesia | Minggu, 05/04/2020 12:46 WIB
Enam Hotel di Riau Tutup Karena Corona, 300 Orang Dirumahkan Enam hotel di Riau tutup karena pandemi virus corona. Akibatnya, 300 orang dirumahkan. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/M N Kanwa).
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak enam hotel di Kota Pekanbaru, Riau, terpaksa tutup sementara waktu karena anjloknya tingkat hunian (okupansi) akibat pandemi virus corona.

"Okupansi hotel sangat rendah, di bawah 10 persen. Sedangkan, biaya operasional sangat tinggi," terang Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Riau Nofrizal, seperti dilansir Antara, Minggu (5/4).

Ia mengungkapkan enam hotel yang tutup sementara waktu adalah Hotel Royal Asnof, Prime Park, Amaris, Madina, Oase, dan Winstar Hotel. Selain hotel, Nofrizal melanjutkan, PHRI Riau juga mencatat penutupan pusat konvensi dan restoran, yakni Pekanbaru Convention & Exhibition (SKA Co-Ex) dan Sultan Resto.


Sementara, berdasarkan data PHRI, secara total 1.139 hotel tutup secara nasional akibat pandemi covid-19.

Dampak dari penutupan hotel, restoran, dan pusat konvensi di Riau, sekitar 300 karyawan terpaksa dirumahkan. Ia pun belum dapat memastikan kapan kebijakan penutupan hotel dan restoran berakhir.

Namun, ia berharap pemerintah memberikan keringanan untuk mengurangi dampak kerugian yang dialami pelaku usaha. "Untuk pembayaran pajak dan lain-lain kami harapkan ada keringanan dan stimulus dari pemerintah," ujarnya.

Toh, sambung Nofrizal, penutupan sebagai bagian dari peran industri hotel dan restoran untuk mengikuti arahan pemerintah terkait kebijakan social distancing.

"Mengantisipasi penyebaran virus corona terhadap karyawan dan keluarga karyawan, kami ikuti arahan pemerintah," jelasnya.


Cegah PHK


Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Riau Raja Yoserizal mengatakan dalam rangka pencegahan covid-19 di Provinsi Riau, pihaknya telah membuat surat edaran nomor 556/DPAR-PP/281 ditujukan kepada para pelaku usaha pariwisata.

Intinya, para pelaku usaha diharapkan dapat terus melakukan koordinasi dengan dinas yang menangani pariwisata, ekonomi kreatif, dan ketenagakerjaan untuk menangani dampak covid-19 bagi dunia usaha, dan berupaya secara maksimal agar tidak terjadi pemutusan hubungan kerja dengan karyawan.

Para pelaku usaha dapat terus memantau dan melaporkan dampak ekonomi akibat pandemi virus corona di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di masing-masing daerah kepada Dinas Pariwisata Provinsi Riau.

"Gubernur Riau mengharapkan seluruh pemangku kepentingan untuk bersatu, bahu membahu menghadapi masa sulit ini, sehingga pada saat pandemi covid-19 berakhir, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif kembali bangkit dan lebih baik dari sebelumnya," tandas Raja.

[Gambas:Video CNN]


(Antara/bir)