"Kami, pemerintah akan menerbitkan obligasi yang akan diberikan bagi nasabah UMKM," ucap Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam video conference, Senin (6/4).
Sri Mulyani mengungkapkan UMKM perlu menjadi perhatian pemerintah karena sektor itu memiliki kontribusi 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Pemerintah menilai kontribusi tersebut cukup besar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, pemerintah sedang mengkaji aturannya secara hati-hati. Sebab, jika dalam keadaan normal, BI tak diperbolehkan menyerap surat utang yang diterbitkan pemerintah di pasar primer. Bank sentral hanya bisa membelinya di pasar sekunder.
"Pertama, ada klausal khusus dilakukan pembiayaan melalui Bank Indonesia, yang bisa beli bond secara langsung. Ini sedang diatur luar biasa hati-hati antara kami dan BI," kata Sri Mulyani.
Ia mengungkap pandemic bond dibuat untuk mengantisipasi apabila pasar bergerak volatile, sehingga menyebabkan harga yang tidak rasional. Dana dari penerbitan itu nantinya akan digunakan pemerintah untuk menangani virus corona di dalam negeri.
[Gambas:Video CNN]
(aud/agt)