Corona Buat IHSG Sentuh Level Terendah Sepanjang Sejarah

CNN Indonesia | Selasa, 07/04/2020 20:30 WIB
Corona Buat IHSG Sentuh Level Terendah Sepanjang Sejarah OJK IHSG merosot tajam hingga menyentuh level terendah dalam sejarah akibat penyebaran virus corona. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot tajam hingga menyentuh level terendah dalam sejarah akibat penyebaran virus corona.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan indeks saham turun 23,6 persen sejak awal tahun (year to date/ytd). Meskipun, IHSG menguat pada penutupan perdagangan Senin (6/4) sebesar 4,07 persen ke posisi 4.811.

"Dalam beberapa waktu terakhir saham sudah mulai hijau dan mulai rebound (balik arah). Pasar saham penting, saham year to date turun 23,6 persen. Dalam sejarah ini paling dalam," ungkapnya dalam video conference, Selasa (7/4).


Kemarin, investor tercatat membukukan transaksi sebesar Rp7,54 triliun dengan volume 9,16 miliar saham. Sementara itu, pelaku pasar asing tercatat jual bersih atau net sell di seluruh pasar sebesar Rp489,6 miliar.

Wimboh melanjutkan, sejak awal tahun investor non residen alias investor asing melarikan modal mereka dari pasar saham sebesar Rp11,3 triliun. Sedangkan dana asing yang keluar berasal dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) lebih besar yakni Rp129,2 triliun.

Ia mengklaim OJK sebagai regulator telah melakukan berbagai upaya untuk menahan jatuhnya IHSG maupun aliran modal keluar. Salah satunya dengan memberikan kesempatan kepada perusahaan tercatat melakukan pembelian kembali (buyback) saham tanpa melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Sebelumnya, ia juga mengungkapkan sebanyak 60 emiten berniat melakukan buyback saham mencapai mencapai Rp17,28 triliun.

"Kami di pasar modal memberikan stimulus secara gradual (bertahap) agar penurunan tidak terlalu dalam," ujarnya.

Selain itu, OJK juga meminta Bursa Efek Indonesia (BEI) membekukan sementara perdagangan (trading halt) saham jika IHSG turun tajam dalam satu hari. Ketentuan tersebut mulai berlaku hari ini, Rabu (11/3).

Bursa melakukan trading halt selama 30 menit bila IHSG mengalami penurunan lebih dari 5 persen. Lebih lanjut, bursa akan melakukan suspensi (penghentian sementara) perdagangan apabila IHSG mengalami penurunan lanjutan hingga lebih dari 15 persen. Namun, suspensi perdagangan tersebut hanya berlaku sampai akhir sesi perdagangan.

Suspensi perdagangan dapat dilakukan lebih dari satu sesi perdagangan setelah mendapatkan persetujuan atau perintah OJK.

[Gambas:Video CNN]


(ulf/age)