"Ini merupakan penerbitan bond terbesar dalam sejarah penerbitan bond denominasi dolar AS oleh pemerintah Indonesia," ujarnya melalui video conference, Selasa (7/4).
Rinciannya, seri RI030 sebesar US$1,65 miliar dengan tenor 10,5 tahun. Global bond ini akan jatuh tempo pada 15 Oktober 2030 dengan imbal hasil (yield) sebesar 3,9 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bendahara negara mengklaim pemerintah berhasil mendapatkan tingkatan yield yang lebih baik dibandingkan penerbitan global bond pada 2015 dan 2018 lalu. Meskipun, tak dapat dipungkiri pasar keuangan global tengah mengalami tekanan akibat pandemi. Ia menyatakan hal tersebut menggambarkan kepercayaan investor asing yang positif kepada perekonomian dan pengelolaan keuangan negara.
"Kondisi hari ini yang very volatile dan outflow lebih dari Rp130 triliun di SBN, kami mampu mendapatkan pricing atau yield yang lebih rendah," imbuhnya.
"Kami terbitkan global bond ini dalam rangka menjaga pembiayaan secara aman dan sekaligus menambah cadangan devisa Bank Indonesia,"ujarnya.
Secara terpisah, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menambahkan keberhasilan pemerintah dalam menerbitkan global bond mengartikan masih adanya kepercayaan pasar terhadap Indonesia di tengah perlambatan ekonomi global karena penyebaran virus corona.
"Keberhasilan global bond adalah bentuk kepercayaan di tengah ketidakpastian (ekonomi di dunia), tapi Indonesia masih dipercaya," ungkap Perry.
[Gambas:Video CNN]
(aud/ulf)