Forbes Rilis 178 Orang Kaya Baru karena Corona

CNN Indonesia | Rabu, 08/04/2020 13:00 WIB
Forbes Rilis 178 Orang Kaya Baru karena Corona Forbes melansir kebanyakan dari 178 orang kaya baru menawarkan layanan yang diandalkan jutaan orang di tengah pandemi virus corona. Salah satunya, CEO Zoom Eric Yuan, yang menawarkan layanan video pertemuan untuk masyarakat yang sekolah dan bekerja dari rumah. (AFP/Matt Winkelmeyer).
Jakarta, CNN Indonesia --
Di tengah pandemi virus corona, 178 orang berhasil menjadi orang kaya baru. Forbes mencatat kebanyakan miliarder baru tersebut, termasuk Eric Yuan, bos Zoom, sukses lantaran menyediakan layanan yang diandalkan puluhan juta orang yang sekolah, dan bekerja dari rumah.

Yuan menawarkan aplikasi layanan video Zoom secara gratis ke sekolah-sekolah yang terdampak virus corona di Jepang, Italia, dan AS, termasuk China, pada pertengahan Maret lalu.

Sejak saat itu, Zoom mulai dikenal dan diandalkan banyak orang di belahan negara yang terdampak penerapan school and work from home. Tak terkecuali Indonesia yang saat ini mencatat lebih dari 2.738 kasus positif corona.

Alhasil, nilai perusahaan Zoom naik dua kali lipat. Yuan, yang memiliki 46 persen saham bernilai US$5,5 miliar pun langsung masuk ke daftar orang kaya baru di dunia. Yuan dan 177 orang kaya baru lainnya mencatat kekayaan gabungan hingga US$369 miliar.


Orang kaya baru lainnya yang menawarkan layanan serupa dengan Zoom adalah Larry Xiangdong Chen. Popularitasnya meroket setelah layanan program bimbingan belajar online yang ditawarkannya naik daun di tengah pandemi corona.

Lewat layanan online bertajuk GSX Techedu, seperti dilansir Forbes, Rabu (8/4), Chen mengantongi kekayaan US$4,5 miliar.

Kemudian, ada Byju Raveendran yang menelurkan program pendidikan online. Tadinya, Byju menawarkan paket belajar US$400 hingga 1.000 jam. Namun, sejak pandemi virus corona menyebar, ia menggratiskan seluruh layanan bagi siswa yang terjebak di rumah.

Byju mencatat 42 juta pengguna terdaftar. Saat ini, nilai perusahaan meroket hingga US$8 miliar. Raveendran sendiri tercatat mengantongi kekayaan US$1,8 miliar dari temuannya tersebut.

Selain program video dan pendidikan online, aplikasi layanan game online juga diburu masyarakat yang terpaksa berdiam diri di rumah. Dmitry dan Igor Bukhman, kakak-beradik dari Rusia ini menyadarinya, dan mulai membangun game online Playrix.

Lalu ada Sea Limited, produsen game online yang didirikan oleh Forrest Li dari Singapura. Harga saham perusahaan ini melonjak tiga kali lipat dan mengantarkannya menjadi orang kaya baru.

[Gambas:Video CNN]

Didominasi China

Forbes mencatat 178 orang kaya baru berasal dari 20 negara. China masih mendominasi jumlah orang kaya yang dilahirkannya, yakni sebanyak 80 nama. Total kekayaan 80 para miliarder baru asal China ini mencapai US$123 miliar.

Kemudian, Amerika Serikat (AS) berada di urutan kedua sebagai negara pencetak orang kaya baru. Setidaknya ada 44 orang kaya baru yang dilahirkan Negeri Paman Sam itu.

Namun, secara nilai, total kekayaan gabungan miliarder baru AS lebih banyak US$27 miliar daripada yang dihasilkan 80 miliarder baru China.

Diikuti oleh India, yang melahirkan 12 orang kaya baru. Total kekayaan mereka diprediksi mencapai US$18,7 miliar.

Dari total 178 orang kaya baru, 19 di antaranya merupakan wanita, termasuk Mackenzie Bezos yang mengantongi kekayaan bersih US$36 miliar. Mantan istri Jeff Bezos ini kaya raya usai bercerai dan menerima harta gono-gini. (bir/sfr)