"Saat ini, operasi di CPP Gundih dan sumur gas sudah dilakukan shutdown (pemadaman) untuk proses stabilisasi. Seluruh pekerja di dalam area sudah dievakuasi, tidak ada korban jiwa atas kejadian ini," ujar Asset 4 General Manager Pertamina EP Agus Amperianto, dalam keterangan resmi.
Ia melanjutkan tim masih terus menjaga fasilitas CPP Gundih untuk mengamankan lokasi hingga kondisi stabil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna mengatakan mulanya salah satu karyawan mendengar suara letupan untuk sebanyak dua kali dari pembuangan atau thermal oxidizrr (TOX). Kemudian, ia mendapatkan informasi pada 09.40 bahwa ada gangguan di area thermal oxidizer di CPP Gundih.
Gangguan itu, kata Iskandar, menyebabkan timbul percikan api dari fasilitas di area thermal oxidizer. Ia menyatakan tim penanganan keadaan darurat PT Pertamina EP Cepu Field langsung melakukan stabilisasi fasilitas di CPP Gundih dan api di area thermal oxidizer.
"Truk pemadam kebakaran dua unit serta ambulans, dan tenaga medis kami standby di lokasi," imbuhnya.
Sementara, tim penanganan keadaan darurat Pertamina EP juga terus memantau lokasi proyek pasca kebakaran yang terjadi. Hal itu dilakukan untuk mengamankan situasi sekitar.
"Kami mengharapkan masyarakat di sekitar lokasi tidak panik, karena tim masih menangani kondisi sampai tuntas," jelas Iskandar.
[Gambas:Video CNN]
(aud/bir)