Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan menyatakan pergerakan IHSG juga berpotensi melemah akibat penyebaran virus corona yang terus meluas di Indonesia. Hal itu akan mempengaruhi investor dalam melakukan transaksi jual dan beli.
"Pergerakan masih akan dibayangi perkembangan terkait covid-19 (virus corona) dan pernyataan BI terkait suku bunga," ungkap Dennies dalam risetnya, dikutip Senin (13/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Syarat Mendaftar Program Kartu Prakerja |
"Ada potensi untuk kembali mengalami koreksi. Itu terlihat dari stochastic yang bergerak di area overbought," terang Dennies.
Untuk itu, Dennies memproyeksi IHSG sepanjang hari ini bergerak dalam rentang support 4.520-4.585 dan resistance 4.692-4.734. Sebaliknya, Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi Taulat Ibrahimsyah meramalkan IHSG berakhir di zona hijau.
[Gambas:Video CNN]
Namun, pergerakan bursa saham sepanjang hari ini terlihat cenderung berfluktuasi. "Kami perkirakan IHSG masih bergerak berfluktuatif cenderung mencoba menguat dengan support resistance 4.590-4.800," kata Lanjar melalui risetnya.
Menurutnya, beberapa saham yang diproyeksi memberikan keuntungan pada awal pekan ini, antara lain PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR).
Sebagai informasi, IHSG akhir pekan lalu ditutup di level 4.649 atau menguat tipis sebesar 0,48 persen dibandingkan hari sebelumnya. Kendati positif, tapi investor asing tercatat jual bersih atau net sell di all market sebesar Rp514,18 miliar dan pasar reguler sebesar Rp403,36 miliar.
(aud/agt)