"Kami lakukan koordinasi lagi secara bertahap, supaya para owner (perusahaan) di Jatim bisa memastikan THR. Kami akan minta untuk tetap disiapkan anggarannya," ujar Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Selasa (14/4) malam.
Hingga saat ini, menurut dia, sudah ada beberapa perusahaan yang menyatakan kesanggupannya membayar THR bagi karyawan. Namun, ia tak menyebut secara rinci perusahaan mana saja yang siap.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan jumlah karyawan yang dirumahkan terus meningkat. Ia merinci per hari ini sudah sebanyak 25.397 orang dirumahkan yang berasal dari 318 perusahaan.
Emil mengatakan mereka merupakan PMI yang tidak kembali ke negara tempat bekerja karena ada dua faktor, yakni gagal berangkat dan sudah selesai kontrak.
"Jadi total terdampak di sektor ketenagakerjaan yang melapor ke Disnakertrans Jatim sebanyak 33.407 orang," kata Mantan Bupati Trenggalek tersebut.
[Gambas:Video CNN]
(frd/age)