Sebelumnya, pemerintah telah melakukan transaksi penjualan tiga seri surat utang negara (SUN) dalam denominasi dolar AS senilai US$4,3 miliar pada Senin (6/4) lalu. Penerbitan surat utang global tersebut merupakan yang terbesar sepanjang sejarah penerbitan surat utang berdenominasi dolar AS bagi Indonesia.
Rinciannya, seri RI1030 senilai US$1,65 miliar dengan tenor 10,5 tahun. Kemudian, seri RI1050 senilai US$1,65 miliar dengan tenor 30,5 trliun dan seri RI0470 senilai US$1 miliar dengan tenor 50 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, sisanya merupakan investor asal Indonesia dengan porsi tak sampai 10 persen.
Berdasarkan jenis investor, investor terbanyak merupakan asset manager dengan rincian porsi 64 persen untuk RI1030, 71 persen untuk RI1050, dan 85 persen untuk RI0470.
[Gambas:Video CNN]
Berikutnya, investor asuransi/ dana pensiun mengekor dengan porsi 20 persen untuk RI1030, 22 persen untuk RI1050, dan 11 persen untuk RI0470.
Sisanya, investor itu diminati oleh bank sentral/sovereign wealth fund, perbankan, private banks, dan lainnya.
Lebih lanjut, raupan dana dari penerbitan surat utang global tersebut akan digunakan untuk memenuhi pembiayaan APBN secara umum, termasuk biaya untuk upaya penanganan dan pemulihan dari wabah virus corona.